Mutiara Kata Islam

Kini saya ingin memaparkan serba sedikit mutiara kata berbentuk islam yang boleh dijadikan motivasi dan tauladan buat kita bersama. Semoga dengan mutiara kata ini, kita memanfaatkan sesama muslim dan dapat menggali Islam lebih jauh.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang…

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. -Nabi Muhammad SAW

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. -Khalifah ‘Ali

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. -Ibnu Mas’ud

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. -Khalifah ‘Ali

Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. -Bediuzzaman Said Nursi

Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. -Bediuzzaman Said Nursi

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. -Khalifah ‘Umar

Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. SAW

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. -Nabi Muhammad SAW

Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. -Bediuzzaman Said Nursi

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. -Khalifah ‘Umar

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. -Imam An Nawawi

Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. -Bediuzzaman Said Nursi

Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. -Bediuzzaman Said Nursi

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. -Nabi Muhammad SAW

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. -Khalifah ‘Umar

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. -Ibnu Mas’ud

Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. -Imam Al Ghazali

Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia zuhud di dunia, dan sesungguhnya seorang itu adalah fakir bila dia gemar pada dunia. -Suffian As Thauri

Orang yang bertakwa itu dikekang. -Umar Bin Aziz

Sesungguhnya syubhat itu pada yang halal. -Umar Bin Aziz

Kemaafan yang utama itu adalah ketika berkuasa. -Umar Bin Aziz

Tidak ada ketaatan bagi kedua ibu-bapa pada perkara syubhat. – Suffian As Thauri

Menuntut ilmu lebih utama daripada solat sunat.” -Suffian As Thauri

Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti. -Saiyidina Umar Bin Khattab

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. -Saiyidina Umar Bin Khattab

Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia. -Saiyidina Umar Bin Khattab

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai. -Saiyidina Ali Karamallahu Wajhah

Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima? -Saiyidina Ali Karamallahu Wajhah

Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya. -Saiyidina Ali Karamallahu Wajhah

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya. -Saiyidina Ali Karamallahu Wajhah. -Saiyidina Ali Karamallahu Wajhah

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.(QS. AL HIJR:39-40)

“…Saat Allah swt mencintai seseorang, tempat pertama menerima sentuhan itu adalah hati, disitulah Allah swt melenyapkan segala rasa putus asa dan kesedihan akibat dosa mereka, kemudian berganti dengan harapan dan keinginan untuk berubah menjadi insan berjiwa bersih. Hati seeloknya berbisik…:”AKU TAHU BILA ALLAH MENCINTAIKU, IAITU SAAT AKU MEMBENCI SEGALA KEJAHATANKU…”

Setiap orang itu lemah apabila ia menyerang kerana beliau hanya mempunyai satu tangan untuk mempertahankan diri dan satu lagi digunakan untuk menyerang

Nabi SAW bersabda,”Jagalah dirimu daripada api neraka.. Meskipun dengan sedekah separuh daripada sebiji kurma. Jika tidak dapat,maka sepatah kata yang baik.”

Antara sifat munafik itu ialah menganggap nasihat orang sbagai sindiran kepadanya sebab itu tidak diterimanya

Imam Ali bin Abi Talib berpesan: “Tenangkanlah hati dalam waktu-waktu tertentu, kerana jika hati itu merasa letih ia akan menjadi buta”

Ibnu Munkadir berkata: “Bagiku nikmat dunia ini hanya ada pada tiga perkara, qiamullail, silaturrahim dan solat berjemaah”. Wahai insan yang beriman, renungkanlah dirimu agar kamu mengetahui hakikat dirimu sendiri, dengan demikian kamu akan mengenali Pencipta Yang Maha Agung. Berilah penawar dalam jiwa agar ia tetap suci dan tunduk pada Ilahi.

Setiap kemaksiatan adalah racun di dalam hati yang merosak kesucian jiwa seseorang, kerana ia rindu berbuat dosa yang akan mewariskan kehinaan. Oleh sebab itu, meninggalkan dosa bererti menghidupkan jiwa dan memancarkan cahaya keimanan di celah-celah sanubari insan.

Kita akan jadi seperti orang yang disekeliling kita. Jika kita hendak berjaya, berkawan dengan orang-orang berminda positif. Jika kita hendak gagal, berkawan dengan orang-orang berminda negatif. Hadis pun ada menyebut umpama berteman pembawa minyak wangi, kita akan rasa harumannya. Bertemankan tukang besi…, Akan terkena percikan api

Setiap amal bergantung pada niat. Niat dan tujuan orang beriman lebih baik dan bernilai pada pandangan Allah daripada amalannya. Niat orang yang tidak beriman lebih buruk daripada apa yang nyata dengan amalannya. – Nabi S.A.W.

Biar kamu tidak cantik di mata penghuni bumi tetapi namamu menjadi perbualan penghuni langit.

Lisan yang didorong dan dikendalikan oleh kekuatan iman akan menghasilkan mutiara-mutiara kata yang elok didengar dan memancarkan kebenaran

Rasullullah SAW bersabda;” Orang yang cerdas adalah orang yang selalu memikirkan dan mempersiapkan kematian”.

Berikan sepenuh kasih sayang kepada ibu bapa, kerana mereka adalah pemegang tali penghubung nyawa ketika kamu meningkat dewasa; kasih mereka terhadap anak adalah kasih dari titisan air mata dan titik peluh yang tak mungkin terbalas.

Gembira dan bahagia tika menyabit padi kiranya ianya ditanam sendiri. Begitu juga jiwa manusia itu bukan tumbuh kerana upah tetapi kerana kerja yang patut mendapat upah

Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud:” Rebutlah peluang lima sebelum lima: Masa muda sebelum tiba masa tua. Masa sihat sebelum tiba masa sakit. Masa lapang sebelum tiba masa sibuk. Masa kaya sebelum tiba masa papa. Dan masa hidup sebelum tiba masa mati.”

Madu adalah penyembuh untuk penyakit dan Al-Quran adalah penyembuh bagi penyakit dalam hati, maka hendaklah kamu berubat dengan madu dan Al-Quran.

Yang selalu membunuh kebijaksanaan seseorang ialah tamaknya – Sayidina Ali

Jadikanlah masa yang berlalu itu pengalaman dan pengajaran, masa yang sedang berjalan kita isi dengan amalan dan masa hadapan jangan terlalu diangan-angankan.

Kata al-Imam As-Syafi’i, “Mencari ilmu itu lebih utama daripada mengerjakan sunnah.”

Jika kita bandingkan hidup yang singkat di dunia ini dengan hidup yang abadi di alam akhirat, maka hidup ini adalah mimpi belaka.

Menghairankan sekali,orang yang mencuci wajahnya berkali-kali dalam sehari, tetapi tidak mencuci hatinya walaupun sekali setahun.

Setiap jiwa merindui kebenaran Ilahi, kerana di sebalik kerinduan itu tersimpan kenikmatan yang paling indah, yang sangat sukar untuk diucapkan dengan kata-kata. Hanya jiwa yang beriman dalam meneguk makrifatullah yang dapat merasakan betapa agungnya.

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Semua dosa-dosa dilambatkan Allah s.w.t. (pembalasannya) sesukanya dari akhirat melainkan derhaka kepada kedua ibubapa maka sesungguhnya Allah s.w.t.menyegerakan (bala siksaan) bagi yang bersangkutan sewaktu hayatnya didunia ini sebelum matinya” (Riwayat Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang yang mencekik dirinya sendiri sampai mati akan mencekiknya juga didalam neraka, dan orang yang menikam dirinya juga akan menikam dirinya dalam neraka dan orang yang melemparkan diri dari tempat tinggi untuk membunuh diri maka akan selalu dia melemparkan dirinya didalam neraka” (Riwayat Bukhari & Abu Hurairah lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Andaikan kamu berbuat dosa hingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat, nescaya Allah s.w.t. memberi ampun kepada kamu” (Riwayat ibn Majah)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak akan berzina seorang pelacur semasa berzina jika dia beriman, dan tidak akan minum khamar (arak) ketika meminumnya jika beriman dan tidak akan mencuri seorang pencuri jika dia beriman” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Allah s.w.t.. telah berfiman “Dan sesungguhnya telah datang utusan-utusan Kami kepada Ibrahim dengan (membawa) khabar gembira sambil mereka berkata: “Selamatlah” Dia menjawab: “Selamat” Surah Hud:69)

Berkata Umar Ibn Abdul Aziz bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang itu membawa kamu menempuh ketengah jalan,puasa memajukan kamu kehadapan pintu dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya.”

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa” (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Semua anak Adam (manusia) itu sering membuat kesalahan (dosa) dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan (dosa) itu ialah orang-orang yang suka bertaubat” (Riwayat Al-Tirmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya kamu sekelian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama kamu sendiri dan nama bapa kamu,kerana itu hendaklah kamu perindahkan nama kamu” (Riwayat Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang menyiapkan keperluan orang yang berjihad fisabillah maka bererti dia telah berjihad dan siapa yang menjaga keluarga orang yang pergi berjihad dengan baik maka bererti dia telah ikut berjihad fisabilillah” (Riwayat Bukhari & Muslim dari Zaid bin Khalid al-Juhani)

Dari Abu Qatabah bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Puas pada hari Arafah itu boleh menghapuskan dosa yang dikerjakan selama dua tahun iaitu tahun yang telah lalu dan tahun yang akan datang” (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Dosa yang paling besar ialah syirik, derhaka pada ibu bapa dan membunuh orang tanpa hak” (Riwayat Anas lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sebaik-baik puasa ialah puasa Nabi Daud Alai-His-Salam, ia berpuasa sehari dan berbuka sehari…”(riwayat Al-Tirmizi & Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Gunakanlah lima sebelum tibanya lima iaitu gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sihatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum masa matimu” (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Setiap bayi tergadai pada akidahnya, disembelih pada hari ketujuh dan pada hari itu pula dicukurkan dia dan diberi nama” (Riwayat Ahmad)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Untuk bayi lelaki dua ekor kambing kibas dan untuk bayi perempuan seekor kambing kibas dan tidaklah merugikan kamu yang jantan atau pun yang betina” (Riwayat Ahmad dan Al-Tirmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah s.w.t. telah menutup Surah Al-Baqarah dengan dua ayat yang diberikan kepadaku dari perbendaharaan dibawah Arsy, amka pelajari olehmu dan ajarkan pada isteri dan anak-anakmu sebab itu sebagai solat dan basaan serta doa” (Riwayat Al-Hakim dari Abu Dzar lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang menjual sesuatu yang ada aibnya lalu tidak dijelaskan kepada pembelinya maka tetap berada dalam murka Allah s.w.t. dan selalu dikutuk oleh malaikat” (Riwayat Ibn-Majah)

Allah s.w.t. berfirman “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, iaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (Surah Al-Baqarah:233)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Pakailah antara pakaianmu yang putih, kerana sesungguhnya pakaian putih itu lebih suci dan lebih baik dan kapanlah orang-orang mati kamu dengan kain putih” (Riwayat Ahmad)

Dari Kaab bin Iyad lah.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta” (Riwayat Al-Tirmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “SesungguhnyaAllah s.w.t. tetap menerima taubat seorang hamba selama dia belum nazak dan mati” (Riwayat Al-Tirmizi dari Ibn Umar lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang berperang untuk menegakkan khalimat Allah s.w.t. maka itu fisabi lillah” (Riwayat Bukhari, Muslim & Abu Musa al-Asyari lah.a.)

Allah s.w.t. telah berfirman “Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita kerana apa yang telah Allah lebihkan sebahagian mereka diatas yang lain dan kerana belanja yang telah mereka keluarkan daripada harta mereka” (Surah An-Nisa:34)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran” (Riwayat Bukhari) Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak akan masuk neraka orang yang didalam hatinya ada seberat biji sawi daripada iman dan tidak akan masuk syurga yang didalam hatinya ada seberat biji sawi dari sombong” (Riwayat Muslim & Abu Daud)

Dari Abu Hurairah lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kalau tidak kerana ada wanita dan anak-anak didalam rumah sedangkan aku bersembahyang isya, nescaya aku suruh pemudaku membakar rumah-rumah (yang penghuninya tidak hadir berjemaah itu)” (Riwayat Ahmad)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Lima macam dosa yang tidak ada tebusannya iaitu Syirik terhadap Allah s.w.t., membunuh orang tanpa hak, membuat tuduhan palsu terhadap seorang Muslim, lari dari barisan Muslimin dalam peperangan dan sumpah palsu untuk mengambil hak orang lain” (Riwayat Ahmad)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang membaca seratus ayat (dari Al-Quran) pada suatu malam, maka akan dicatat pahalanya seperti pahala sembahyang semalam” (Riwayat Ahmad dari Tamim lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang yang memulakan memberi salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur” (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)

Allah s.w.t. berfirman “Wahai orang-orang yang beriman!janganlah kamu mengangkat suara kamu keatas suara Nabi” (Surah Al-Hujurat:3)

Allah s.w.t. berfirman “Sesungguhnya Allah tiada menyukai orang yang sombong lagi mengangkat diri” (Surah Luqman:18)

Allah s.w.t. berfirman “Wahai jiwa yang tenang tenteram!kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan redha dan diredhai, maka masuklah kedalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah kedalam syurga” (Surah Al-Fajr:27-30)

Ali bin Abu Talin k.w.j berkata Allah s.w.t. berfirman “Allah yang mengambil jiwa (manusia) ketika wafatnya dan ketika tidurnya sebelum wafat, lalu ditahan-Nya jiwa yang telah wafat, serta dilepaskan-Nya jiwa yang lain sampai kejanji yang ditentukan” (Surah Az-Zumar:42)

Nabi Muhammad s.a.w membaca firman Allah s.w.t. bermaksud: “Barangsiapa yang mempersekutu Allah, maka seolah-olah dia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, ataupun dia akan menjunam dibawa angin ketempat yang paling jauh” (Surah Al-A’araf:40)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dibunuh jiwa secara aniaya,melainkan keatas anak Adam yang pertama jaminan darahnya, disebabkan dialah orang pertama yang memulakan pembunuhan itu”

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila kamu bersembahyang keatas si mati, hendaklah kamu mengikhlaskan doa kepadanya” (Riwayat Abu Hurairah lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Salam sejahtera keatas kamu, wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, dan kamu Insya-Allah akan mengikuti kamu, kami memohon keselamatan untuk kami dan kamu juga!” (Riwayat Buraidah bin Al-Khushaib)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila mati seseorang hamba, maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga: Sedekah yang jariyah (terus-menerus manfaatnya), ataupun anak yang soleh mendoakan baginya, ataupun ilmu yang dimanfaatkan sesudah itu”

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada boleh seorang bersolat bagi pihak yang lain, dan tiada boleh seseorang berpuasa bagi pihak yang lain, akan tetapi dia hendaklah memberi makanan setiap satu mud (gantang Baghdad) dari gandum”

Allah s.w.t. berfirman “Barangsiapa yang membuat perbuatan baik sebesar atom akan dilihat-Nya, Dan barangsiapa yang membuat perbuatan jahat sebesar atom akan dilihat-Nya juga” (Surah Az-Zalzalah: 7-8)

Allah s.w.t. berfirman “Walai manusia, sesungguhnya engkau mesti bekerja keras dengan bersungguh-sungguh menuju kepada Tuhanmu yang akan engkau menemui-Nya” (Surah Al-Insyiqaq: 6)

Allah s.w.t. berfirman “Jika kamu bertelingkah pendapat pada sesuatu, maka kembalilah dia kepada Allah dan Rasul, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, kerana itulah yang lebih baik, dan lebih bagus kesudahannya” (Surah An-Nisa:59)

Allah s.w.t. berfirman “Dan ketika Tuhanmu menjadi keturunan anak-anak dari punggungmu, dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka, kata-Nya, Bukankah aku ini Tuhan kamu? Mereka menjawab: Ya! Kamu menjadi saksi” (Surah Al-Araf:172)

Allah s.w.t. berfirman “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu” (Surah Ar-Rum:30)

Allah s.w.t. berfirman “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu” (Surah Ar-Rum:30)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kamu akan dapati sejahat-jahat orang itu ialah yang bermuka dua, yang datang kesini dengan satu muka dan kesana dengan satu muka lain” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang iktikaf itu bererti mengurangkan dosa-dosa dan berlaku pahala untuknya bagaikan pahala orang yang melakukan semua hasnat (kebajikan)” (Riwayat Al-Baihaqi & Ibn Majah dari Ibn Abbas lah.a.)

Allah s.w.t. berfirman “Wahai manusia! Kalau kamu masih ragu tentang hari kebangkitan, maka ketahuilah bahawa Kamilah yang mencipta kamu dari tanah, kemudian dari setitik air mani” (Surah Al-Hajj:5)

Allah s.w.t. berfirman “Dan ketika kamu mengatakan: Hai Musa! Kami tidak akan percaya kepada kamu sehingga kami melihat Allah secara terang-terang, lalu kerana itu kamu disambar petir, sedangkan kamu ada melihatnya” (Surah Al-Baqarah:55)

Allah s.w.t. berfirman “Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dari sari ranah. Kemudian kami jadikan dari tanah itu air mani yang tersimpan didalam tempat simpanan yang teguh” (Surah Al-Mukminun: 12-13)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya telah datang kepada manusia suatu masa, ketika itu dia belum ada sesuatu apa pun yang dapat disebut” (Riwayat Al-Baihaqi dan Al-Hassan bin Ali lah.a.)

Allah s.w.t. berfirman “Dan Tuhan mengeluarkan kamu dari perut-perut ibu kamu, sedangkan kamu tiada mengetahui apa pun, lalu dijadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati moga-moga kamu berterima kasih” (Surah Al-Nahl:78)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa puasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya” (Riwayat Bukhari)

Allah s.w.t.. berfirman “Katakanlah, bahawa Malaikat Maut yang telah diserahi perkara kamu akan mewafatkan kamu, kemudian itu kamu akan kembali pada Tuhan kamu” (Surah As-Sajadah:11)

Allah s.w.t. berfirman “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan keterangan Kami, dan memandang rendah terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit kepada mereka” (Surah Al-Araf:40)

Allah s.w.t. berfirman “Diatas orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Tahu” (Surah Yusuf:78)

Allah s.w.t.. berfirman “Dan diantara kamu ada yang disampaikan Allah kepada usia tua bangka, supaya dia tiada ketahui lagi sesuatu yang dahulunya dia katahui” (Surah Al-Nahl:70)

Allah s.w.t. berfirman “Orang-orang yang beriman itu akan menjadi tenteram hati mereka. Ingatlah dengan mengingati Allah itu hati akan menjadi tenteram” (Surah Ar-Rad:28)

Allah s.w.t. berfirman “Tiadalah terjadi sesuatu bencana itu melainkan dengan kehendak Allah, dan siapa yang percaya kepada Allah nescaya dipimpin Allah hatinya” (Surah At-Taghabun: 11)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukan dari umatku orang yang percaya nasib pada burung atau diusahakan dengan burung atau berdukun atau didukunkan atau menyihir atau disihirkan untuknya. Dan siapa yang datang kepada dukun lalu yakin kepadanya bererti telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Nabi Muhammad s.a.w “(Riwayat Al-Bazzar dari Imran bin Hushain)

Allah s.w.t. berfirman “Kalau tiada kerana kemurahan dan rahmat Allah kepada kamu, nescaya tiada seorang pun diantara kamu yang suci buat selama-lamanya” (Surah An-Nur:21)

Allah s.w.t. berfirman “Syaitan itu menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dari menyuruh kamu mengerjakan perbuatan yang keji” (Surah Al-Baqarah:268)

Allah s.w.t. berfirman “Hanyasanya Allah akan menerima amalan itu daripada orang-orang yang bertakwa” (Surah Al-Maidah:27)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya saat yang paling mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat” (Riwayat Muslim & Abu Daud)

Allah s.w.t. berfirman “Jika engkau membaca Al-Quran, maka mohonlah perlindungan Allah daripada syaitan yang terkutuk” (Surah An-Nahl:98)

Allah s.w.t. berfirman “Dan kalau syaitan (orang jahat) membisikkan kepada engkau sesuatu kejahatan, maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya dia itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Surah As-Sajadah:36)

Allah s.w.t. berfirman “(Mereka bersumpah):Kami hanya mengkehendaki niat baik dan taufik! Mereka itulah orang-orang yang diketahui Allah akan isi hati mereka” (Surah An-Nisa:62-63)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dikira Mukmin yang sempurna keimanannya, orang yang tidak menganggap bala itu nikmat dan kemewahan itu musibah (bala)” (Riwayat al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa pada suatu malam dia mengalami kesakitan dimana dia bersabar dan redha kepada ketentuan Allah s.w.t. maka terkeluarlah dia daripada dosa-dosanya seperti keadaan dikala dia dilahirkan ibunya” (Riwayat Al-Hakim)

Allah s.w.t. berfirman “Dan katakanlah:Tuhanku! Aku berlindung diri kepada Engkau daripada bisikan syaitan. Dan aku berlindung diri kepada Engkau, Tuhanku, supaya mereka tiada mendekatiku” (Surah Al-Mukminun: 97-98)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang mati tidak sempat menqadha’kan puasanya hendaklah keluarganya (walinya) menggantikan puasa tersebut” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Dari Imam Ahmad bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Seburuk-buruk yang terdapat pada jiwa manusia iaitu sifat pengecut yang menanggalkan dan sifat kikir yang melampau” (Riwayat Amru bin al-Ash lah.a.)

Allah s.w.t. berfirman “Dan janganlah engkau menjadikan tanganmu terbelenggu ketengkukmu, dan jangan pula bentangkannya seluas-luasnya, sehingga engkau duduk tercela dan sensara” (Surah Al-Isra:29)

Allah s.w.t. berfirman “Dan mereka yang apabila membelanjakan hartanya melampaui batas, dan tiada pula bersifat kikir, tetapi pertengahan antara keduanya” (Surah Al-Furwan:67)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa menghulurkan kepadamu suatu kebaktian maka balaslah dia, jika kamu tiada apa-apa balasan, maka hendaklah kamu doakan kepadanya” (Riwayat Al-Tabrani)

Allah s.w.t. berfirman “Sesungguhnya manusia itu dicipta sentiasa gelisah. Jika disinggung bahaya dia berkeluh kesah, Dan jika disinggung kebaikan dia kikir pula” (Surah Al-Maarif:19- 21)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Takutlah firasat orang Mukmin kerana sesungguhnya dia melihat dengan cahaya daripada Allah s.w.t.”

Allah s.w.t. berfirman “Dan ketahuilah bahawasanya Allah mengetahui apa yang didalam hatimu, sebab itu berhati-hatilah dengan Tuhan” (Surah Al-Baqarah:235)

Allah s.w.t. berfirman “Dan kenanglah kurnia kepada kamu dan ingatlah perjanjian yang telah kamu ikat dengan Dia ketika kamu mengatakan:kami dengar dan kami taat” (Surah Al-Maidah:7)

Daripada Anas lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiga perkara yang mengiringi jenazah iaitu keluarganya, hartanya dan amalannya. Maka dua perkara akan kembali dan yang kekal hanya satu sahaja, iaitu keluarga dan hartanya akan pulang danyang tinggal hanyalah amalannya sahaja” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila tetamu masuk kerumah maka dia masuk dengan rezekinya dan jika keluar, dia membawa pengampunan dosa orang-orang rumah itu” (Riwayat Ad-Dailami dari Anas lah.a.)

Dari Abu Hurairah lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahynng fardhu lima waktu, sembahyang Jumaat ke Jumaat, puasa Ramadhan ke Ramadhan akan menghapuskan dosa-dosa diantara jarak-jarak tersebut sekiranya dijauhkan daripada dosa-dosa besar” (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang pada petang harinya berasa letih dari amal usaha yang dilakukan dengan kedua tangannya sendiri, maka dia pada petang itu telah diampunkan dosanya” (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Abbas lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak disukai dan dikhuatirkan” (riwayat Abu Ya’la dari Anas lah.a.)

Allah s.w.t. berfirman “Dan kalau engkau tanya mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menjadikan matahari dan bulan, nescaya mereka akan mentakan ‘Allah’, jadi bagaimana pula kamu berputar dari kebenaran” (Surah Al-Ankabut:61)

Allah s.w.t. berfirman “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, kemudian Kami bentuk rupa kamu, kemudian Kami katakan kepada Malaikat: Sujudlah kepada Adam” (Surah Al-A’raf:11)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. -Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu. -Ali bin Abi Thalib

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai. -A’idh Al-Qorni

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR Muslim)

“ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk .” (QS.An Nahl : 125)

Rosulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda :” Didiklah anak-anakmu pada tiga perkara : Mencintai Nabimu,Mencintai Ahli Baitnya, dan membaca Al-Qur’an…(HR.At-Thabrani)

Rosulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda :” Ajarkanlah kebaikan kepada Anak-anak kamu dan keluargamu dan didiklah mereka .”(HR.Abdu Al Razaq dan Sa’id bin Manshur)

‘Alqamah berkata,” saya pergi bersama ‘Abdullah bin Mas’ud ke shalat Jum’at. Kebetulan di sana ada tiga orang yang telah dahulu datang. Lalu kata ‘Abdullah,”Sayalah yang keempat, dan yang keempat itu tidaklah jauh dari Allah.”.” Saya telah mendengar Rosulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “ Sesungguhnya orang-orang itu nanti pada hari kiamat akan duduk berurutan menurut kesegeraan mereka pergi shalat Jum’at. Yakni yang pertama, yang kedua, yang ketiga dan yang keempat. Sedang yang keempat itu tidaklah jauh dari sisi Allah .” ( HR.Ibnu Majah dan Al Mundziri )

Dari Abu Qatadah bin Rib’i ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Aku fardhukan atas umatmu shalat lima, dan Aku menjanjikan suatu janji yaitu orang yang menjaga shalat itu pada waktunya maka Aku memasukkannya ke Surga. Barangsiapa yang tidak menjaganya maka tidak ada janji padaKu”. (HR.Ibnu Majah)

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”(QS.Thaha :131)

Diriwayatkan dari rosulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Dosa yang paling besar di sisi Allah Ta’ala adalah dosa yang (dianggap) paling kecil menurut manusia; sedangkan dosa yang paling kecil di sisi Allah Ta’ala adalah dosa yang (dianggap) paling besar menurut manusia.”

Dari Ubbadah bin Shamith ra., bahwasanya Rosulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “ Buatkanlah jaminan enam hal kepadaku tentang dirimu, maka aku akan menjamin kamu masuk surga,(yaitu): jujurlah bila kamu berbicara, Tepatilah bila kamu berjanji, Tunaikanlah bila kamu dipercaya, P

“ Sesungguhnya lisan orang yang bijaksana itu berada di belakang hatinya, di mana bila ia hendak bicara, maka ia pertimbangkan matang-matang dalam hatinya; apabila yang akan di ucapkan itu bermanfaat baginya, maka ia ucapakan dan apabila akan merugikan atas dirinya, maka ia menahannya. Sedangkan hati orang yang bodoh itu berada di ujung lidahnya, dimana ia tidak pernah mempertimbangkan bila akan mengucapkan sesuatu, apapun yang ingin ia ucapkan langsung saja ia ucapkan .”

“Setiap sesuatu itu ada bencananya. Bencana ilmu adalah lupa. Bencana ibadah adalah kemalasan. Bencana kecerdasan adalah ujub (merasa bangga terhadap kecerdasan yg dimilikinya). Bencana penampilan menarik adalah bualan. Bencana dagang adalah bohong. Bencana dermawan adalah keborosan. Bencana keindahan adalah kesombongan. Bencana agama adalah riya’. Bencana Islam adalah hawa nafsu.” [Abdullah bin Abbas]

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hirairoh dari Rasulullah saw bahwa beliau saw bersabda, ”Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal : dari sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya.”

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (QS Ar-Ra’ad [13]:28) Selamat siang sahabat MA-F… Selamat b’aktivitas dengan selalu mengingat Allah..!!

Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya marah itu datangnya dari syetan & sesungguhnya setan itu diciptakan dari api, sesungguhnya api itu dpt di padamkan dgn air. Apabila salah satu dari kamu sekalian marah maka berwudhulah.” (HR. Abu Dawud)

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan asma Allah akan bergetar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. (Surah an-Anfal : Ayat 2)

Sabda Rasulullah SAW Apabila cahaya Allah telah masuk
kedalam qalbi maka dada akan menjadi lapang dan terbuka…” Seorang sahabat bertanya, “Apakah yang demikian itu tanda-tandanya ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Ya, orang-orang yang mengalami hal itu lalu merenggangkan pandangannya dari negeri tipuan (dunia) dan bersiap menuju ke negeri abadi (akhirat) serta mempersiapkan mati sebelum mati.

ucapan sahabat Nabi yang mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu wa ardhahu, “Bukanlah ilmu itu diukur dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi pokok dari ilmu adalah khas-yah/ rasa takut -kepada Allah-.” Setinggi apapun ilmu yg kita miliki akan sia2 jika tidak diamalkan bagi umat.

“Dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al A’raf : 204)

“Siapa saja yang mati setelah diutusnya Nabi Muhammad dalam kondisi beragama selain agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad maka tidaklah diterima, sebagaimana firman Allah: “Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidaklah diterima darinya, dan jadilah ia termasuk orang-orang yang rugi.” (Tafsir Ibnu Katsir).

Ketenangan dan ketenteraman hati merupakan buah dari keimanan kita (bahwa Allah adalah Penguasa tunggal dan Pemelihara jagad raya, yg segala sesuatu berada dalam genggaman-Nya), dan hasil dari penghayatan sifat-sifatNya yg Agung dan Sempurna.

seandainya manusia tau bhw yg dibutuhkan dalam hidupnya hanyalah..’Ihdinash Shiraathal Mustaqiim’, maka mereka tak akan mau memanjangkan angan2 dan memperbanyak ibadah dalam syukur.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, (jawablah) sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yg berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh petunjuk.” (QS Al-Baqarah ayat 186)

Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Saya mengetahui sesuatu yang kalau diucapkan akan hilanglah apa yang sedang bergejolak dalam diri, yaitu A’UUDZU BILLAAHI MINASYAITHAANIRRAJIM (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk)’

Al-Qur’an mengingatkan, “Jika kamu berbuat baik, maka kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…” (QS Al-Isra [17]:7)

Sesungguhnya bukan setan yang menggoda manusia..tapi manusianya yang menggoda setan dgn menghidangkan makanan-makanan setan dalam hatinya, seperti iri, dengki, hasut, sombong dll..

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (QS Ar-Ra’ad [13]:28) Selamat pagi sahabatku…

“Al-Fatihah banyak mengandung rahasia dan hikmah yang sangat tinggi. Didalamnya terkandung penjelasan tentang tauhid, penyerahan diri dan pujian kepada Allah, serta nama-nama Allah yang baik dan dapat mendatangkan kebaikan, yang salah satunya adalah kesembuhan.”
*(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)

“Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. (86) Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang [AL-FATIHAH] dan AL-QUR’AN yang agung. (87)” (Surah Al-Hijr)

Akhlak yang paling mulia adalah menyapa mereka yang memutus silaturahim, memberi kepada yang kikir terhadapmu, dan memaafkan mereka yang menyalahimu.” (HR Ibnu Majah)

Aku belum pernah melihat orang yang paling lama bersedih daripada al-Hasan. Ia berkata, kita tertawa, sementara bisa jadi Allah yang telah melihat amal-amal yang telah kita perbuat berfirman, ‘Aku tidak mau menerima amal-amal kalian sedikitpun.’” (Yunus bin ‘Ubaid)

Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.” (HR Abu Daud)

Aku menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku kepada dunia. Akan tetapi, yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi berpuasa dan shalat malam.” (‘Amir bin ‘Abdi Qais)

Aku tidak suka menjadi seorang pedagang budak. Akan tetapi, menjadi pedagang budak lebih aku sukai daripada aku menimbun bahan makanan sambil menunggu naiknya harga yang memberatkan sesama muslim.” (Yazid bin Maisaroh)

Amal yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Jika amal itu ikhlas tapi tidak benar, maka tidaklah diterima. Jika amal itu benar tapi tidak ikhlas, juga tidak akan diterima kecuali jika dilakukan secara ikhlas. Ikhlas artinya dilakukan hanya karena Allah. Adapun benar artinya adalah sesuai dengan sunnah (tuntunan dan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).” (Fudhail bin ‘Iyadh)

Apa pendapat Anda bila ada seseorang yang pakaiannya terkena air kencing, lalu ia hendak mensucikannya dengan air kencing pula? Mungkinkah air kencing itu dapat mensucikannya? Tentu saja tidak! Kotoran tidak dapat disucikan kecuali dengan sesuatu yang suci. Begitu pula halnya keburukan yang pernah kita lakukan, tidak akan dapat terhapus kecuali dengan memperbanyak melakukan kebaikan.” (Sufyan ats-Tsauri)

Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia menemaninya. Tapi apabila dunia ada di hati maka akhirat tidaklah akan menemaninya. Itu karena akhirat mulia dan dermawan, sedangkan dunia adalah hina” (Abu Sulaiman Ad Daroni)

Apabila Anda berharap agar Allah senantiasa menganugerahkan kepada Anda apa-apa yang Anda cintai dan sukai maka hendaklah Anda senantiasa menjaga dan melaksanakan apa-apa yang dicintai dan disukai oleh Allah.” (Salah seorang ahli hikmah)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Semua amal anak Adam A.S. dilipatgandakan kebaikan (pahala) dari 10 sampai 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ada pun puasa itu adalah untuk Allah s.w.t.. dan Dia akan terus memberikan pahala kepada sekelian” (Riwayat Muslim)

Dari Ummu Mukminin Aisyah lah.A, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Adalah Rasululluh s.a.w. apabila masuk (tanggal) sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Baginda s.a.w. bersedih dan bersiap-siap menghidupkan (beramal) pada malam hari. (Riwayat Muttfaq Alaihi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa berpuasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya. (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang menunaikan suatu fardhu pada bulan (Ramadhan) itu, adalah dia sebagai seorang yang telah menunaikan 70 bulan fardhu pada bulan-bulan lainnya.

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Permulaan Ramadhan itu adalah rahmat, pertengahannya adalah keampunan (maghrifah) dan penghujungnya adalah kebebasan dari api neraka”

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa, baginya ada dua saat kegembiraan. Pertama pada waktu berbuka dan kedua ketika menghadap Ilahi”

Dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata,Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang itu membawa ketengah jalan, berpuasa memajukan kamu kehadapan dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya”

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang bangun pada malam hari raya (Aidil Fitri) dengan ikhlas kerana Allah s.w.t., maka tidak akan mati hatinya saat hati semua orang telah mati” (Riwayat Ibn Majah dari Abu Umamah)

Dari Abu Ayub al-Ansari berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia berpuasa pula sebanyak enam hari pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa” (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir” (Riwayat Ahmad, Bukhari,Abu Daud &al-Tarmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila salah seorang kamu lupa bahawa ia berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya kerana sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah s.w.t.” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat nescaya Allah s.w.t. memberi keampunan kepada kamu” (Riwayat Ibn Majab)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukan yang bermakna puasa itu sekadar menahan makan, minum tetapi puasa yang sungguh itu menahan diri dari lagha (perkataan tidak berguna) dan kata-kata yang keji” (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat tiga kali (berturut-turut) makan Allah s.w.t. mengecap hatinya (sebagai munafik atau orang yang melengah-lengahkannya)” (Riwayat Ahmad)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada seorang Muslim yang melihat wanita lalu dia memejamkan matanya, melainkan Allah s.w.t. akan memberi pada rasa lazat beribadat dihatinya” (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jika kamu berpuasa maka bersiwaklah (gosok gigi) diwaktu pagi dan jangan diwaktu petang,maka sesungguhnya tiada orang puasa yang kering bibirnya diwaktu petang melainkan akan menjadi cahaya didepan matanya pada hari kiamat” (Riwayat Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Allah s.w.t. telah berfirman: Hamba-Ku yang lebih Aku cintai iaitu mereka yang segera berbuka (jika telah nyata maghrib)” (Riwayat Al-Tarmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Riba itu mempunyai 73 cara (jalan), yang amat ringan dosanya sama dengan seorang berzina dengan ibu kandungnya” (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya saat yang mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat” (Riwayat Muslim & Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Satu dirham riba yang dimakan oleh setengah yang mengetahui, lebih berat disisi Allah s.w.t.daripada dosanya tiga puluh enam kali penzinaan” (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani dari Abdullah bin Hanzalah lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang berperang untuk menegakkan kalimat (agama) Allah s.w.t. maka itu Fisabilillah” (Riwayat Bukhari, Muslim &Abu Daud dari Abu musa al-Asyari lah.a)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak akan masuk syurga orang yang jirannya tidak aman dari gangguan-gangguannya” (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sinarilah rumah kamu dengan mendirikan sembahyang dan membaca Al-Quran” (Riwayat Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Roh orang mukmin akan tergantung dengan sebab hutangnya sehinggalah diselesaikan hutang tersebut” (Riwayat Ahmad,Al-Tarmizi, Ibn Majah & Al-hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jika seorang berzina maka keluarlah iman daripadanya bagaikan payung diatas kepalanya dan bila menghentikannya maka kembalilah iman kepadanya” (Riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi & Al-Tarmizi)

Dari Abu Hurairah lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sekiranya tidak menjadi keberatan kepada umatku nescaya aku menyuruh mereka bersugi (menggosok gigi) setiap kali mereka hendak mengambil wudhu” (Riwayat Ahmad, Malik & An-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang yang memulakan salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur” (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)

Dari Abu Hurairah lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari akhirat, maka hendaklah ia bercakap baik ataupun diam” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang benar beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran” (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan dan tidak membunuhnya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak sayang anak lelakinya melebihi anak perempuan, nescaya akan dimasukkan dia kedalam syurga” (Riwayat Abu Daud & Al-Hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Berapa banyak jiran yang memegang tetangganya pada hari kiamat untuk diajukan kepada Allah s.w.t. lalu berkata: Ya Allah orang ini telah menutup pintunya daripadaku dan tidak membantu aku” (Riwayat Bukhari)

Dari Aisyah, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w. menyempurnakan puasa satu bulan cukup kecuali bulan Ramadhan dan saya juga tidak melihat Baginda s.a.w. berpuasa pada bulan lain lebih banyak dari bulan Syaaban” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Dari Ayub al-Ansari, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jangan kamu mengadap kiblat dan jangan membelakangi ketika membuang najis atau air kencing, tetapi hendaklah kamu menhalakan diri kearah timur atau barat” (Riwayat Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Seorang Mukmin melihat dosanya bagaikan seorang duduk dibawah gunung dan takut kejatuhan gunung itu” (Riwayat Bukhari)

Dari Abu Hurairah lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Firman Allah s.w.t. {Dalam Hadis Qudsi} “Wahai anak Adam belanjakanlah harta kamu, nescaya akan digantikan semula oleh Allah kepadamu” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Keberkatan sesuatu makanan itu ialah dengan berwuduk sebelum dan selepas makan” (Riwayat Ahmad, Daud, Al-Tarmizi & Hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak sesuai dan dikhuatirkan” (Riwayat Abu Ya’la dari Anas lah.a.)

Dari Abu Hurairah lah.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah s.w.t. akan merahmati seorang yang lapang dadanya ketika menjual, membeli dan menagih hutang” (Riwayat Bukhari dari Jabir lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada seorang Muslim yang tiba padanya waktu sembahyang fardhu lalu dia menyempurnakan wuduk dan khusyuk serta rukuk,sujudnya melainkan sembahyang itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu selama dia tidak berbuat dosa besar dan yang demikian itu sepanjang masa” (Riwayat Muslim dari Uthman lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dua malaikat yang mencatat amal itu menghadap Allah s.w.t. membawa sembahyang seorang dua kali sembahyang, melainkan Allah s.w.t. berkata pada dua malaikat itu. Aku persaksikan kepada kamu bahawa Aku telah mengampunkan pada hamba-Ku dosa-dosa yang telah terjadi diantara dua sembahyang itu” (Riwayat Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang belajar ilmu agama yang seharusnya untuk mencapai keredhaan Allah s.w.t. tiba-tiba dipelajarinya hanya untuk mencapai tujuan dunia, maka dia tidak akan dapat bau syurga pada hari kiamat” (Riwayat Al-Nasai dari Abu Hurairah lah.a.)

Daripada Kaab bin Iyad lah.a. katanya. Aku mendengar bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta” (Riwayat Al-Tarmizi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiap orang yang diberikan Allah s.w.t. ilmu agama, lalau disembunyikan maka Allah s.w.t. mengendalikan mulutnya pada hari kiamat dengan kendali dari api neraka” (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Mas’ud lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan” (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang berjemaah itu lebih afdal daripada sembahyang bersendirian dua puluh tujuh darjah” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jika berdiri bulu roma seorang hamba Allah, maka akan berguguran daripadanya dosa-dosanya bagaikan gugurnya daun dari pokok yang telah kering” (Riwayat Abu Syaikh & Al-Baihaqi dari Abbad bin Abdul Muttalib lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang membaca (Surah Al-Ikhlas) dalam kesakitan dan matinya ,tiadalah dia akan menderita fitnah didalam kubur, terpelihara dari tekanan kubur dan dihari kiamat kelak dia akan dipapah oleh malaikat dengan telapak tangan hingga terlepas dari titian (sirat) dan selamat dia memasuki syurga” (Riwayat Al-Tabrani)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Dan perumpamaan orang yang datang terlebih dahulu (ke Masjid pada hari Jumaat) bagaikan orang yang sedekah unta, kemudian bagaikan yang sedekah lembu, kemudian bagaikan sedekah kambing, kemudian bagaikan sedekah ayam, kemudian bagaikan sedekah telur” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Ketika Allah s.w.t. telah selesai menjadikan semua makhluk, maka menulis tulisan yang ada diatas Arsy yang berbunyi:Rahmat-Ku mendahului murka-Ku (Rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku)” (Riwayat Bukhari, Muslim & Ibn Majah)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Seandainya seorang kamu keluar membawa tali (kehutan) lalu pulang membawa seberkas kayu api lantas kayu itu dijualnya dimana dia dapat kehormatannya, maka perbuatan itu adalah lebih baik daripada dia meminta-minta, sama ada diberi ataupun tidak” (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak dihalalkan seorang Muslim memulau sesama Muslim lebih dari tiga hari tiga malam, maka siapa yang memulau lebih dari tiga hati tiga malam lalu mati akan masuk kedalam api neraka” (Riwayat Abu Daud & Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa wuduk pada hal dia masih berwuduk maka dicatat untuknya sepuluh hasanat (kebajikan)” (Riwayat Abu Daud dari Ibn Umar lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang berwuduk pada hari Jumaat maka menyempurnakan wuduknya kemudian pergi kemasjid untuk solat Jumaat dan mendengarkan khutbah dan memperhatikannya, maka diampunkan baginya dosa-dosa yang terjadi antara Jumaat itu dengan Jumaat yang sebelumnya” (Riwayat Muslim & Ahmad)

Dari Abu Hurairah lah.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling baik akhlaknya… “(Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa” (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir lah.a)

Dari Ummu Mukminin Aisyah lah.a. “Pilihlah tempat air mani kamu dan nikahilah orang-orang yang sepadan” (Riwayat Ibnu Majah daripada Imam Al-Hakimi)

Dari Abu Hurairah lah.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sebaik-baik saf bagi orang lelaki ialah dihadapan dan seburuk-buruknya ialah dibelakang. Sebaik-baik saf bagi orang perempuan ialah dibelakang dan seburuk-buruknya dihadapan” (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dosa yang lebih besar disisi Allah s.w.t. sesudah syirik daripada titisan mani yang diletakkan didalam rahim yang haram baginya” (Riwayat Ibn Abid Dunya)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya yang berzina atau minum khamar maka terlepaslah iman daripadanya sebagaimana orang melepaskan gamis (baju) dari kepalanya” (Riwayat Al-Hakim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Rejab adalah bulan Allah s.w.t. Sya’aban bulanku dan Ramadhan bulan umatku” (Riwayat Abu Al-Fatah bin Abu Al-Fawaris)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang berwuduk sahaja untuk menghadiri sembahyang Jumaat adalah sudah baik (memadai) akan tetapi siapa yang mandi,maka adalah terlebih baik” (Riwayat Abu Daud)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah Al-Waqi’ah pada tiap malam, maka tidak akan menderita kemiskinan untuk selamanya” (Riwayat Al-Baihaqi dari Ibn Mas’ud lah.a)

Dari Anas lah.a. katanya bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang tidur atau terlupa hingga luput sembahyang hendaklah dia menunaikan (sembahyang) sebaik-baik sahaja dia ingat (sedar) kembali” (Riwayat Al-Bukhari)

“Wanita-wanita yang buruk itu untuk lelaki yang buruk dan lelaki-lelaki yang buruk untuk wanita yang buruk, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik” (Surah An-Nur : 26)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Pedagang yang amanah, yang jujur, yang Muslim, kelak pada hari kiamat akan berkumpul dengan para syuhada (orang-orang yang mati syahid)” (Riwayat Al-Hakim & Ibn Majah dari Ibn Umar lah.a)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada seorang Muslim yang mati pada hari atau malam Jumaat melainkan Allah s.w.t. akan menyelamatkannya dari ujian kubur” (Riwayat Ahmad & Al-Tirmizi)

Dari Abu Hurairah lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila manusia membaca ayat Syajadah kemudian sujud, terhindarlah syaitan laknatullah seraya menangis dan berkata,’celakalah aku, disuruh manusia (anak Adam) sujud, sujudlah dia, balasannya syurga. Saya juga disuruhnya sujud,tetapi saya enggan maka balasannya bagi saya ialah neraka” (Riwayat Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Pilihlah untuk tempat nuthfah kamu atau air mani kamu, kerana pembuluh darah ini merupakan sinar pancaran” (Riwayat Ibn Majah dan Ad-Dailami)

“Carilah tempat-tempat yang sepadan untuk air mani kamu kerana seseorang itu boleh jadi akan lebih menyerupai keluarga pihak isteri” (Mutiara Kata)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan” (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukan seorang Mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangga disebelahnya kelaparan (sedang dia mengetahui)” (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kahwinilah wanita-wanita yang berada didalam lingkup/naungan yang baik kerana pembuluh darah itu laksana cahaya” (Riwayat Ibn-’Adi)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sebaik-baik puasa selepas Ramadhan ialah puasa dalam bulan Muharam” (Riwayat Muslim, Bukhari, Abu Daud, Tarmizi,Nasai & Ibn Majah)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Janganlah engkau nikahi orang-orang yang masih berkerabat kerana anak dicipta laksana cahaya. Carilah wanita-wanita yang jauh dan janganlah engkau memilih yang dekat hubungannya” (Riwayat Ahmad, Malik & Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya tujuh petala langit dan bumi sama mengutuk orang yang selalu berzina dan bau kemaluan pelacur didalam neraka dapat mengganggu ahli neraka lainnya kerana sangar busuk” (Riwayat Al-Bazzar)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiap mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali mata yang dipejamkan dari segala yang haram dan mata yang berjaga malam dalam jihad fisabilillah dan mata yang menitiskan air mata walaupun sebesar kepala lalat kerana takutkan Allah s.w.t.” (Riwayat Abu Naim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukanlah kemuliaan itu dengan memakai pakaian cantik dan bersegak tetapi ia adalah dengan ketenangan (sopan santun) dan merendah diri” (Riwayat Ad-Dailami)

Usamah bin Zaid lah.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat hingga tiga kali tanpa uzur,maka akan dicatat dari golongan orang munafik” (Riwayat Al-Tabrani)

Dari Abu Dzar al-Ghifari lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Wahai Abu Dzai, jika engkau hendak berpuasa tiga hari sebulan puasalah pada 13,14 dan 15″(Riwayat Ahmad & Al-Nasai)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Empat (macam manusia) tidak Allah s.w.t. masukkan merka ke syurga dan tidak akan merasai kenikmatannya, peminum arak, pemakan riba, menzalimi (memakan) harta anak-anak yatim dengan tiada hak dan derhaka pada ibu bapanya” (Riwayat Al-Hakimi)

Dari Abu Qatadah ketika Nabi Muhammad s.a.w tentang hari Asyura bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w menjawab: “Puasa hari Asura boleh menghapuskan dosa satu tahun yang lalu” (Riwayat Muslim)

Allah s.w.t. berfirman: “Harta dan anak-anak itu perhiasan penghidupan dunia tetapi amal-amal soleh yang tinggal (buahnya) itu lebih baik disisi Tuhanmu tentang ganjarannya dan tentang harapannya” (Surah Kahfi:46)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang memelihara sembahyang lima waktu dengan sempurna wuduknya dan diwaktunya, adalah baginya cahaya dan tanda pada hari akhirat dan barangsiapa mensia-siakan, nescaya dikumpulkan ia (kelak dineraka) dengan Firaun dan Hamam” (Riwayat Ahmad)

Allah s.w.t. berfirman: “Dan orang-orang yang berkata’Ya Tuhan, anugerahkan lah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang bertakwa” (Surah Furqan:74)

Dari Abu Hurairah lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kewajipan seorang Muslim keatas Muslim yang lain iaitu lima perkara, menajwab salam, melawat orang sakit, mengiringi jenazah, menerima undangan dan mendoakan orang yang bersin” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Setiap isteri yang minta cerai dari suaminya tanpa apa-apa (tanpa alasan yang dapat dibenarkan) maka haram atasnya bau syurga” (Riwayat Abu Daud & Al-Tirmizi)

Dari Ibn Umar lah.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Ingatlah tiap sesuatu yang memabukkan itu khamar (arak) dan tiap khamar itu haram” (Riwayat Ahmad & Abu Ya’la)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang menjadi saksi untuk merugikan seseorang dengan persaksian yang tidak benar, maka hendaklah menyiapkan tempatnya dalam neraka” (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah lah.a.)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang mebuat ibubapanya gembira (memberi keredhaan) maka sesungguhnya ia mendapat redha Allah s.w.t. Sesiapa yang menyakiti hati ibubapanya, maka sesungguhnya ia mendapat kebencian Allah s.w.t.” (Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bila tertusuk seorang dengan jarum kecil atau jarum besar dari besi, maka baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (Riwayat Al-Tabrani dari Ma’qil bin Yasar lah.a.)

Allah s.w.t. berfirman: “Dia bersembunyi dari manusia lantaran kejahatan yang dikhabarkan kepadanya, apakah dia akan pelihara dia dalam kehinaan ataukah dia akan sumbat dia dalam tanah? Sungguh jelek apa yang mereka hukumkan” (Surah An-Nahl:59)

Sila simpan dan kongsikan kepada rakan anda agar ia bermanfaat buat kita sesama insan.

Technorati Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


RSS feed | Trackback URI

1 Comment »

Comment by naz ab
2011-08-15 05:52:32
Google Chrome 14.0.803.0 Windows XP

terima kaseh utk setiap kata kata mutiara ini :)

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

 

 

Text Link Ads

Get Reviewed At ReviewMe!

Moreniche

Add to Technorati Favorites

Arts & Entertainment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
Arts Blogs - Blog Top Sites Arts blogs

    Internet Explorer is sucks for viewing this site. For the best viewed , please use the Firefox. It's safer and faster browsing experience.